Selasa, 08 November 2011

Proses translasi

Translasi
post. by phury november 2011

Perbedaan dasar antara translasi pada bakteria dan eukariot terletak pada tahap inisiasi; proses setelah tahap ini, yaitu setelah subunit besar ribosom bergabung dengan kompleks inisiasi adalah mirip pada kedua organisme ini.

Elongasi pada bakteria dan eukariot
Penempelan subunit besar ribosom pada kompleks inisiasi menyebabkan terbentuknya dua situs tempat penempelan aminoasil‐tRNA. Templat pertama, P atau peptidil, ditempati oleh initiator tRNAi Met, yang membawa N‐formylmethionine atau methionine, dan antikodon tRNA ini berpasangan dengan kodon inisiasi. Tempat kedua, A or aminoacyl site, ditempati kodon kedua pada rangka baca (open reading frame)
Pada E. coli, aminoasil‐tRNA dibawa ke situs A oleh faktor elongasi (elongation factor) EF‐Tu, yang menjamin bahwa hanya tRNA yang membawa asam amino yang benar yang dapat memasuki situs A,
tRNA yang membawa asam amino yang salah akan ditolak memasuki situs A (Ibba, 2001). EF‐Tu merupakan protein G yang mengikat molekul GTP, suatu molekul sumber energi. Pada eukariot, faktor elongasi yang setara dengan EF‐Tu adalah eEF‐1, yang merupakan kompleks yang terdiri dari empat subunit: eEF‐1a, eEF‐1b, eEF‐1d and eEF‐1g.
Ketika aminoasil‐tRNA memasuki situs A, ikatan peptida dibentuk di antara dua asam amino. Proses ini dikatalisis oleh enzim peptidil transferase, yang melepaskan asam amino dari tRNAiMet inisiator dan kemudian membentuk ikatan peptida di antara asam amino ini dan asam amino yang terikat tRNA kedua. Pada bakteria, aktivitas peptidil transferase dijalankan oleh 23S rRNA subunit besar ribosom, sebagai ribozim. Reaksi ini memerlukan energi yang diperoleh dari hidrolisis GTP yang terikat pada EF‐Tu (eEF‐1 in eukaryotes). EF‐Tu yang tidak aktif karena kehilangan GTP selanjutnya dikeluarkan dari ribosom dan diganti oleh EF‐Ts. Pada eukariotik, faktor elongasi yang setara EF‐Ts belum diketahui, dan diduga faktor elongasi eEF‐1 bersifat regeneratif. Tahap berikutnya adalah translokasi (translocation) yang meliputi tiga kejadian secara bersamaan yaitu:
Ribosom bergeser sepanjang tiga nukleotida (satu kodon), kodon berikutnya memasuki situs A
• tRNA dipeptida bergeser menempati situs P.
• tRNA deasetilasi (yang tidak mengikat asam amino) bergeser memasuki situs E (exit site) pada bakteria atau langsung meninggalkan ribosom pada eukariot.
Translokasi membutuhkan energi yang diperoleh dari hidrolisis molekul GTP dan dimediasi oleh EF‐G
pada bakteria dan eEF‐2 pada eukariot.
Terminasi translasi pada bakteria dan eukariot
Sintesis protein berakhir ketika proses elongasi mencapai satu dari tiga kodon terminasi. Situs A
sekarang tidak dimasuki tRNA tetapi oleh protein release factor.
Bakteria mempunyai tiga release factor yaitu:
• RF‐1, yang mengenali kodon 5′‐UAA‐3′ dan 5′‐UAG‐3′,
• RF‐2 yang mengenali 5′‐UAA‐3′ dan 5′‐UGA‐3′,
• RF‐3 yang memicu pelepasan RF1 dan RF2 dari ribosom setelah terminasi, reaksi pelepasan ini
memerlukan energi yang diperoleh dari hidrolisis GTP.
Eukariot hanya mempunyai dua protein release factor:
• eRF‐1, yang mengenali kodon terminasi,
• eRF‐3, yang diduga berperan seperti RF‐3 (Kisselev and Buckingham, 2000).
Struktur eRF‐1 yang ditentukan dengan teknik kristalografi sinar‐X, menunjukkan bahwa bentuk protein ini sangat mirip dengan tRNA. Hal ini dapat menjelaskan mengapa release factor ini dapat memasuki situs A yang mengandung kodon terminasi.
Sumber : GENOMES TA BROWN (2002)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar